JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi rumor yang beredar bahwa tersangka kecelakaan maut di Gambir usai melakukan pesta narkoba di Hotel Borobudur, General Manager Hotel Borobudur, Poul E Bitsch, menyanggahnya. Bahkan berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pagi tadi, tidak ditemukan ada bukti-bukti pernah dilakukan pesta narkoba.
"Tadi pagi, polisi sudah datang melakukan pemeriksaan dan hasilnya jelas kami tidak terlibat," kata Bitsch, ketika dijumpai di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (23/1/2012).
Bahkan ia menjelaskan bahwa di dalam hotelnya itu terdapat CCTV dan alat pemindai elektronik yang dapat mendeteksi tamu yang membawa obat-obatan terlarang. Sehingga jika ada tamunya yang kedapatan membawa obat-obatan terlarang dapat segera terdeteksi dan polisi akan segera bertindak.
"Jika memang ditemukan, kami tidak akan mengusir tamu kami. Kami cukup lapor polisi dan mereka yang akan menangkapnya," kata Bitsch.
Dia menjelaskan, polisi juga sempat memeriksa sistem di hotelnya dan tidak ditemukan nama Afriani Susanti sebagai tamu di Hotel Borobudur. Ia juga berani membuktikan kepada polisi jika pihaknya tidak terlibat dalam kejadian ini.
"Jika polisi ingin melakukan pemeriksaan lagi. Silakan saja. Kami terbuka dan bersedia untuk mengungkap kebenaran," tutur Bitsch.
Seperti diberitakan sebelumnya, Afriani Susanti bersama ketiga rekannya menabrak 13 orang pejalan kaki di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Akibat kejadian ini, sembilan orang meninggal dan lima orang luka masih dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Saat ini, Afriani masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang